Program Pengabdian Masyarakat

Saring Informasi,
Tajamkan Nalar,
Lawan Hoaks.

Cakar Nalar adalah program pembelajaran berpikir kritis berbasis sains kognitif untuk remaja hingga masyarakat umum, membedah fakta dari asumsi, mendeteksi disinformasi, dan membangun kewarganegaraan digital yang santun.

Pelajari Programnya
Robot Botis Semut Tahu Kancil Cil

Benteng Kognitif di Tengah Banjir Informasi

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial di Indonesia membawa dampak ganda: di satu sisi mempermudah komunikasi, namun di sisi lain memicu banjir disinformasi, deepfake, serta manipulasi narasi digital. Program Pengabdian Masyarakat Cakar Nalar hadir sebagai benteng kognitif untuk membangun masyarakat yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga tajam dalam bernalar dan berkarakter etis.

Program ini menyasar remaja usia 13 tahun ke atas hingga masyarakat umum, dengan pendekatan yang membumi: setiap konsep berpikir kritis dijelaskan lewat studi kasus nyata Indonesia, mulai dari pesan berantai di grup keluarga, video hasil rekayasa AI, hingga debat kebijakan publik, supaya materi tidak berhenti di teori, tapi benar-benar terpakai saat peserta kembali membuka media sosialnya sehari-hari.

Visi

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang kritis, berkarakter, kebal terhadap hoaks, serta bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi digital.

Misi

Menyediakan modul literasi digital berbasis sains kognitif, melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan mendorong kewarganegaraan digital yang santun dan edukatif.

Tiga Landasan Akademis

Setiap materi Cakar Nalar dirancang dengan mengintegrasikan tiga kerangka ilmiah yang teruji.

Pearson RED Model

Recognize Assumptions, Evaluate Information, Draw Conclusions (Chartrand et al., 2012; Al-Khanaifsawy, 2023).

Revised Bloom's Taxonomy

Dimensi Proses Kognitif (Remembering hingga Creating) & Dimensi Pengetahuan (Anderson & Krathwohl, 2001).

UNESCO MIL Framework

8 Konsep Kunci Literasi Media, Deteksi Disinformasi, Algoritma & Digital Citizenship (Wilson, 2019).

Pemandu Belajarmu

Tiga karakter yang akan menemani setiap babnya, masing-masing membawa gaya berpikir kritis yang berbeda.

Semut Tahu
Semut 'Tahu'
Penyelidik Fakta Dasar

Membedakan fakta dari asumsi dan mengajarkan prinsip Stop & Think sebelum percaya pada sebuah klaim.

Robot Botis
Robot 'Botis'
Teman Berpikir Digital

Membedah keaslian konten digital lewat rumus verifikasi 5W+1H dan deteksi disinformasi.

Kancil Cil
Kancil 'Cil'
Si Otak Gesit (HOTS)

Melatih evaluasi argumen tingkat tinggi dan menghindari lompatan kesimpulan yang keliru.

Empat Langkah Sederhana

Belajar berurutan per bab: materi dulu, baru kuis. Naik ke bab berikutnya begitu kamu lulus.

1
Daftar Akun

Buat akun peserta gratis dengan nama, email, dan kata sandi.

2
Pelajari Materi per Bab

Baca uraian materi yang dipandu tiga maskot, lengkap dengan studi kasus nyata Indonesia.

3
Kerjakan Kuis

Uji pemahamanmu lewat kuis pilihan ganda yang langsung dinilai otomatis.

4
Lulus & Lanjut ke Bab Berikutnya

Skor minimal 70 membuka bab selanjutnya, sampai tuntas 6 bab.

Siap Jadi Warganet yang Lebih Kritis?

Gratis, belajar dengan ritme sendiri, dan langsung dapat umpan balik dari tiap kuis.